Selamat atas terbentuknya kepengurusan Forum Silahturahmi Alumni Psikologi UMM... SELAMAT BEKERJA, SEMOGA SUKSES

14 September 2011

Perkembangan Dunia Alumni di Fakultas Psikologi UMM


Ada beberapa lembaga yang berkaitan dengan kiprah alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, antara lain :

  1. Dana Sosial Mahasiswa : menghimpun dana dari alumni lewat biaya legalisir ijazah (Rp. 1000/lembar) untuk memberi beasiswa mahasiswa fapsi yang tidak mampu dan berprestasi atau memberi pinjaman bagi yang memiliki hambatan pembayaran biaya kuliah. Dikelola oleh mahasiswa dengan supervisi pihak Fakultas
  2. Career Center : Wadah alumni untuk merekrut "adik-adiknya" yang sesuai dengan kebutuhan untuk ditempatkan sebagai tenaga magang atau karyawan atau partner di tempat kerjanya
  3. Pusat Layanan Psikologi : Lembaga yang memberi kesempatan alumni untuk bekerjasama dalam memberikan layanan kepada masyarakat dalam berbagai bidang pekerjaan
  4. Program akademis & non akademis : Mengundang alumni untuk memberi wawasan dunia kerja atau pengalaman profesional di bidang kerjanya pada saat OPSPEK, Yudisium maupun pelatihan, workshop dan seminar.

narasumber : Muhammad Shohib, S.Psi, M.Si (Dosen Fapsi UMM/alumni angkatan 1992)
dalam Forkumapsi UMM - Facebook Group

Selengkapnya...

22 September 2010

Menyembuhkan "Luka" Akibat PHK di Tempat Baru

Karyo akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan baru setelah berjuang selama satu setengah tahun setelah di PHK dari sebuah perusahaan otomotif. Dalam masa-masa perjuangan mendapatkan pekerjaan, ia telah menjalani puluhan kali wawancara dan test tertulis. Beberapa kali ia berhasil melewati beberapa tahap dalam penerimaan karyawan, namun ternyata pada tahap screening akhir ternyata orang lain yang diterima. Namun berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah akhirnya ia diterima bekerja di sebuah perusahaan otomotif terkemuka. Teman-teman dan kerabatnya beranggapan bahwa ia adalah seorang yang beruntung karena berhasil mendapatkan pekerjaan dengan jabatan dan bidang pekerjaan yang sama dengan sebelumnya dan bekerja pada perusahaan besar dan terkemuka. Namun bagi Karyo semua itu tidak lagi terasa sebagai suatu "kemenangan". Ia menanggapi keberhasilan tersebut secara biasa-biasa saja. Ia bahkan masih risau memikirkan kelanjutan karirnya di perusahaan tersebut dan meragukan apakah ia mampu berprestasi dengan baik di tempat kerjanya yang baru ini.


Bagi anda yang pernah terkena PHK dan kemudian berhasil memperoleh pekerjaan baru, setelah melalui perjuangan yang sangat panjang, mungkin pengalaman Karyo pernah juga anda alami terutama pada saat-saat awal anda diterima bekerja. Perasaan kaget, tidak percaya bahwa itu benar-benar terjadi, ragu apakah setelah diterima akan mampu bekerja dengan baik, sulit mempercayai atasan atau perusahaan baru, atau bahkan mempertanyakan apakah ini benar-benar hasil usaha sendiri atau ada pihak lain yang ikut campur tangan, adalah sebagian gambaran dampak psikologis (saya lebih suka menyebutnya "luka psikologis") yang masih membekas pada individu yang baru diterima kerja pasca PHK. Pertanyaan yang patut diajukan adalah mengapa terjadi reaksi seperti itu dan apa yang sebaiknay dilakukan untuk menyembuhkan luka psikologis yang masih membekas di individu korban PHK tersebut?
Penyebab

Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membangun kembali rasa aman dan rasa percaya diri terhadap pekerjaan baru yang diperolehnya setelah sekian lama tidak bekerja? Jawabnya sangat tergantung pada faktor apa yang menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan. Bagi mereka yang terkena PHK massal akibat adanya perampingan perusahaan atau merger atau perusahaan bangkrut, mungkin akan merasa bahwa PHK bukanlah suatu kegagalan pribadi, karena itu mereka akan lebih mudah untuk membangun rasa aman dan percaya diri di tempat kerja yang baru. Bagi mereka yang terkena PHK secara tidak hormat mungkin akan merasa sangat malu dan terhina, apalagi jika PHK tersebut terjadi sebagai akibat kelalaian yang tidak disadari si korban. Bagi orang-orang dengan kondisi seperti ini mungkin akan lebih sulit dan dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menumbuhkan kembali kepercayaan diri, rasa aman terhadap pekerjaan barunya dan kepercayaan terhadap rekan kerja serta perusahaan baru. Sebagian dari orang tersebut yang merasa dirinya "sangat berguna dan memiliki harga diri sangat tinggi", mungkin akan terus beranggapan bahwa PHK merupakan kerugian besar bagi perusahaan karena harus kehilangan "orang-orang terbaiknya". Sebagian lagi akan tinggal dalam kemarahan dan sakit hati, berusaha mencari "kambing hitam" atau mulai mengucilkan diri dan dirasuki oleh penyesalan yang mendalam.

Sementara itu, bagaimana individu bereaksi dalam menyikapi PHK akan sangat tergantung pada karakter individu masing-masing. Pada umumnya individu seringkali mengidentikkan dirinya dengan identitas perusahaan/organisasi. Kenyataan di lapangan menunjukkan betapa banyak orang yang selalu mengatasnamakan suatu perusahaan/organisasi, terlebih jika perusahaan/organiasi tersebut sudah terkenal, kemanapun ia pergi bahkan untuk urusan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Bagi orang-orang seperti ini pekerjaan merupakan simbol status dan harga diri yang tidak ternilai. Oleh karena itu mereka akan sangat terpukul dan seringkali bertindak kontraproduktif manakala harus kehilangan pekerjaan.

Bagi individu yang memandang kehidupan secara sangat pribadi dan subyektif, seperti disebutkan diatas, kehilangan pekerjaan dianggap sebagai penghinaan atau serangan terhadap pribadi. Mereka merasa dilecehkan dan mungkin sangat marah sehingga sulit berpikir secara obyektif. Jika kemarahan tersebut diarahkan pada dirinya sendiri, maka mereka mungkin masih akan terus merasa bahwa dirinya tidak berharga untuk jangka waktu cukup lama meskipun telah memiliki pekerjaan baru.

Bagi individu yang memandang setiap kejadian secara obyektif dan rasional serta percaya bahwa segala sesuatu di jagat raya diatur oleh hukum tertentu, bersifat logis dan adil, kehilangan pekerjaan akan berarti kehilangan kendali terhadap diri sendiri dan alam sekitarnya. Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan kepercayaan diri dan timbul ketakutan bahwa mereka tidak mungkin lagi dapat kembali ke kondisi seperti sebelum PHK.

Dari seluruh individu yang ada dalam satu perusahaan, menurut careerjournal.com, hanya ada sepertiga individu yang mengganggap bahwa pekerjaan adalah alat /kendaraan untuk menjalani kehidupan, bukan sebagai simbol status, stabilitas, penentuan harga diri atau pengendalian terhadap alam sekitar. Bagi individu seperti ini kehilangan pekerjaan tidak menimbulkan reaksi emosional yang kontraproduktif. Kehilangan pekerjaan bagi mereka dianggap sebagai suatu situasi sementara yang tidak nyaman tetapi tidak perlu merasa tertekan.

Siklus

Karol Wasylyshyn, seorang psikolog, mengatakan bahwa setiap individu, apapun tipe atau temperamennya, akan mengalami suatu siklus yang disebut "DABDA" - denial, anger, bargaining, depression and acceptance - ketika kehilangan pekerjaan. Denial (penolakan) muncul ketika seseorang yang diberitahu akan di PHK mulai berkata: "Ini tidak mungkin terjadi pada saya". Selanjutnya karena penolakan tersebut tidak menghilangkan rasa sakit hati dan tidak menyebabkan realitas yang lebih baik maka timbul "Anger" (kemarahan), individu akan berkata: "Ini tidak adil! Perusahaan tidak dapat melakukan ini terhadap saya!". Namun karena ternyata "perusahaan" dapat saja melakukan PHK, maka si individu akan mencoba mengajukan Bargaining (penawaran): "Ok, jika gaji saya dipotong 25% perbulan, apakah saya masih tetap bisa bekerja?". Pada umumnya sangat jarang penawaran yang diajukan oleh karyawan akan diterima oleh perusahaan atau majikan. Oleh karena itu ketika penawaran tersebut gagal, maka individu akan memasuki depresi (Depression). Meskipun pada umumnya setiap individu mau tidak mau harus menerima keadaan yang terjadi dan sebenarnya merupakan suatu "happy ending", namun bagi sebagian orang dibutuhkan waktu dan kerja keras yang panjang untuk mencapai tahap penerimaan (Acceptance) tersebut.

Banyak diantara individu yang dapat melewati siklus tersebut dengan cepat dan memperoleh kembali keseimbangan hidup (equilibrium). Namun tidak jarang sebagian individu justru terjebak (berlama-lama) dalam salah satu tahap dari siklus tersebut. Mereka mungkin tetap menolak kenyataan dengan mengembangkan pandangan: "Suatu saat perusahaan akan menyadari kesalahannya dan akan datang memohon pada saya untuk bergabung kembali", atau masih tetap penuh amarah: "Awas kalian semua yang memecat saya, saya akan membalas penghinaan ini". Selain itu ada juga yang terjebak dalam depresi berkepanjangan yang sangat merugikan dirinya sendiri.

Apa yang Sebaiknya dilakukan?

Bagaimana seseorang memperoleh kembali rasa percaya diri dan dapat memiliki kepercayaan terhadap orang lain dan perusahaan sehingga pada akhirnya timbul loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh usaha-usaha yang dilakukan oleh orang tersebut segera setelah ia diterima bekerja. Usaha-usaha tersebut menyangkut hubungan dengan rekan kerja, atasan/bawahan, dan kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Hubungan baik dengan rekan kerja baru dan keinginan yang kuat untuk menjadi bagian dari sebuah team/group dapat membuka jalan bagi terciptanya loyalitas dan komitmen. Namun harus disadari bahwa tidak semua rekan kerja baru memahami apa yang ada dalam pikiran karyawan yang baru. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa mereka salah dalam memahami perasaan karyawan baru yang telah mengalami masa-masa sulit pencarian pekerjaan. Oleh karena itu, tanpa bermaksud meminta rasa belah kasihan atau bertindak defensive, ada baiknya anda (karyawan baru) memberitahu atasan/bawahan dan rekan kerja anda tentang apa yang pernah anda alami di masa lalu. Jika anda termasuk tipe orang yang extrovert (outgoing) proses integrasi dengan perusahaan dan rekan kerja mungkin dapat berlangsung dengan mudah. Tetapi jika anda termasuk orang dengan tipe introvert, mungkin akan agak sulit memulai hubungan dengan rekan kerja yang baru, sehingga tidak jarang dianggap sombong. Namun demikian ini bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu kewajiban yang harus dilakukan jika anda ingin memperoleh dukungan dari rekan-rekan baru anda.

Jika anda termasuk individu yang rational, seorang pemikir yang obyektif, mungkin ada baiknya anda melakukan analisa terhadap berbagai kejadian dan reaksi anda dalam menyikapi setiap kejadian tersebut. Catatlah faktor-faktor apa yang telah mengakibatkan diri anda terkena PHK, pelajari hal-hal yang dialami selama masa pencarian pekerjaan, apa tujuan yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan dan apakah kelebihan atau keuntungan dari jabatan anda yang baru ini. Dengan melakukan analisa tersebut anda akan dapat mengurangi ketakutan yang tidak rasional, mengurangi pikiran-pikiran yang tidak produktif, dan dapat lebih fokus pada kekuatan dan sumber daya individu yang ada saat ini..

Bagi mereka yang merasa kehilangan kendali terhadap diri dan alam sekitarnya sebagai akibat dari kehilangan pekerjaan mungkin akan mengabaikan kesehatan fisik dan jiwa mereka. Meskipun kesehatan jiwa tidak selalu berarti memiliki kondisi fisik yang prima, namun secara faktual akan sangat sulit bagi seseorang untuk peduli terhadap kondisi fisiknya jika ia tidak sejahtera secara mental. Demi meningkatkan kesehatan mental dan fisik, maka setelah mendapatkan pekerjaan baru cobalah melakukan kebiasaan-kebiasaan baru yang berguna bagi keseimbangan fisik dan mental seperti melakukan olahraga atau diet. Akan sangat baik jika anda bergabung dalam kelompok (club) olahraga dimana anda dapat berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain.

Suatu teknik yang disebut "Mental Imaging" mungkin akan sangat berguna untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang muncul pada saat anda telah diterima bekerja kembali. Cara kerja teknik ini adalah dengan menyusun skenario (secara mental) tentang suatu kondisi kerja yang stabil, aman, lalu identifikasi perilaku-perilaku produktif yang dapat menunjang anda mencapai kesuksesan sehingga anda optimis dapat melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Sekali skenario tersusun, cobalah berperilaku menurut skenario tersebut.

Penyembuhan luka psikologis tentulah harus disertai dengan usaha keras dan perhatian yang sangat serius dari individu yang bersangkutan untuk mengatasi keraguan terhadap dirinya sendiri dan mendapatkan kembali kepercayaan dan komitment terhadap perusahaan. Ingatlah bahwa sekali anda diterima bekerja artinya anda mempunyai kewajiban untuk memberikan yang terbaik dari semua hal yang anda miliki kepada perusahaan seperti yang pernah anda janjikan ketika wawancara atau proses penerimaan karyawan. Pada akhirnya nanti mungkin kontribusi anda akan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan, karir anda, dan keamanan kerja bagi rekan-rekan yang lainnya

Sumber :




Selengkapnya...

13 September 2010

Reuni Forkumapsi Facebook'ers

Lokasi :
@Warung Bambu, Ds.Sidomulyo, Batu - Malang

hari/Tanggal :
Senin/ 13 September 2010

waktu :
16.00 s/d 21.00 wib (waktu indonesia - batu)

Fesbuk'ers Forkumapsi yang hadir :
Panca RP ('87), Hari IW('89), Ni Made TS('89), Abd Rizik('89), Suyanto ('89), Izmah A ('86), Riana Ch('89), Erma SW('89), MS al Akbar('90), Mulasari HW('90), Dwi P('91), Sakinah('91), Nahrul L('89), Titus H('88),...'n all family




"Mana nih masakannya, udah 3 jam neeh.."

"Senyummu mengalihkan duniaku......."

"Sambutannya jgn panjang-panjang y om.. keburu laper"

"Mas, daftar menunya jgn dipelototin terus.. buruan pesen!!"

"mejeng dulu aaaah...."

pasukannya Bpk.Akbar Cokro

ngambil fotonya koq miying-miying

keluarga "besar" Forkumapsi-UMM

..laskar pelangi..tak kan terikat waktuuuu....

pasukan krucil

IPIN & UPIN.... "betul..betul..betul"

kayak adegan film bollywood.. "acha..acha.."

Kontes senyum ceria..angkatan '89

Angkatan '91... bunder-bunder

senyum paling kinclong abad ini

mau ke kondangan apa mau arisan nih bu??

Kepala suku terpilih (aklamasi 100%)

Rambut gondrongnya yg dulu dikemanain Pak?


sumber foto: ForkumapsiUMM on Facebook
Photographer by : Hiw Itu Hari



Acara ini terselenggara berkat rahmat dan karunia Allah S.W.T.. dan keberadaan FACEBOOK sebagai media online sosial network.






Selengkapnya...